Sementara itu, penjualan dari segmen nonpemerintah tercatat sebesar Rp6,1 miliar, dibandingkan Rp6,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Florian menjelaskan, bisnis perseroan bergantung pada realisasi anggaran dan penyelesaian proses tender pengadaan pemerintah. Pada 2026, sejumlah proyek mengalami penundaan sehingga pengakuan pendapatan bergeser dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah tender yang diikuti perseroan pada kuartal II-2026 diperkirakan baru terealisasi menjadi pendapatan pada kuartal IV-2026 dan kuartal I-2027.
Di tengah penurunan itu, EMMI masih mencatatkan peningkatan marjin laba kotor menjadi 49,3 persen hingga September 2026, dibandingkan 33,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perseroan akan berfokus pada penyelesaian proses pengadaan pemerintah yang diperkirakan terealisasi pada kuartal akhir 2026 yang didukung oleh kesiapan persediaan serta struktur
permodalan yang lebih sehat," tutur Florian.
(DESI ANGRIANI)