IDXChannel — Para pelaku usaha sektor pertambangan yang tergabung dalam Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo) bersama PT ESGIN Global Partners (ESGIN) menjalin kolaborasi untuk memperkuat pengembangan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia.
Kolaborasi Aspebindo dan ESGIN diarahkan untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi dari sisi ketersediaan proyek berkualitas, integritas lingkungan, sistem MRV, pembiayaan, serta akses pasar.
Melalui jaringan industri Aspebindo, kedua pihak akan menjajaki identifikasi berbagai kegiatan pengurangan maupun penyerapan emisi yang berpotensi dikembangkan menjadi proyek karbon sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Vice President Regional Head Indonesia PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan, salah satu tantangan strategis pengembangan pasar karbon Indonesia adalah membangun lebih banyak proyek berkualitas yang memiliki kesiapan teknis, regulasi, pembiayaan, dan pasar.
“Indonesia memiliki potensi proyek karbon yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi proyek yang memiliki metodologi yang tepat, MRV yang kuat, integritas yang tinggi, struktur pembiayaan yang jelas, serta akses terhadap pasar,” ujar dia di sela-sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ESGIN dan ASPEBINDO dalam rangkaian Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).