Serangan itu juga menyusul ancaman Houthi untuk memblokir pelayaran yang berkaitan dengan Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur distribusi minyak tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Apabila gangguan berlanjut, kapal-kapal tanker diperkirakan harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga memperpanjang waktu pelayaran dan meningkatkan biaya logistik serta pengiriman minyak.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan Teluk juga meningkat setelah militer Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran selama 12 malam berturut-turut. Situasi tersebut memicu ketidakpastian baru terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Garda Revolusi Iran melaporkan terjadi ledakan di jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di bagian selatan Selat Hormuz. Iran juga menyatakan memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut dan memperingatkan kapal tanker minyak agar tidak melintas tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.
Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan dua jalur pelayaran vital yang menangani sebagian besar pengiriman minyak mentah dunia melalui laut. Karena itu, setiap eskalasi konflik di kedua kawasan tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar global.