Selain mencermati perkembangan geopolitik, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar tertuju pada rilis data klaim pengangguran mingguan, disusul data awal S&P Flash PMI pada Jumat serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
"Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu arah kebijakan bank sentral AS," ujar Ibrahim.
Dari dalam negeri, sentimen datang dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan dan kepolisian apabila kondisi fiskal dan target defisit anggaran menghadapi tekanan. Meski demikian, pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai pengalihan anggaran tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan terus meningkatkan efisiensi belanja negara, termasuk membuka opsi pengurangan anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan kelaparan.
Di tengah tekanan eksternal, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit ke sektor riil.
(DESI ANGRIANI)