sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ETF Emas Resmi Diluncurkan, Perluas Pilihan Produk Investasi di Pasar Modal

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
10/08/2026 11:35 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan instrumen investasi terbaru berupa exchange traded fund (ETF) emas.
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan instrumen investasi terbaru berupa exchange traded fund (ETF) emas. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan instrumen investasi terbaru berupa exchange traded fund (ETF) emas. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan instrumen investasi terbaru berupa exchange traded fund (ETF) emas. Peluncuran produk tersebut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengatakan,peluncuran ETF emas ini telah dirancang sejak 15 tahun lalu setelah melalui riset dan kajian panjang yang telah dilakukan sebelumnya. 

"ETF emas ini sebetulnya merupakan cita-cita kita semua sejak mungkin 10-15 tahun lalu melalui kajian, riset dan lain-lain. Namun waktu itu belum dimungkinkan," ujar Friderica saat peluncuran ETF emas di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Friderica mengatakan, kehadiran ETF emas ini tidak hanya bertujuan untuk menambah kedalaman pasar, namun sekaligus memberikan pilihan instrumen investasi baru untuk masyarakat. 

"Ini juga menandai perluasan pasar bullion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF emas," ucapnya.

Friderica menambahkan, ETF emas yang diperkenalkan di BEI ini telah memperoleh kesesuaian dengan prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

"ETF emas ini sudah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan, penguatan ekosistem emas nasional dapat dilakukan dengan pengintegrasian ETF emas dengan ekosistem bullion dan ekosistem pasar modal. Dengan begitu, emas tidak lagi berhenti sebagai aset simpanan, melainkan dapat terintegrasi dengan instrumen investasi yang lebih luas.

"Dalam kegiatan usaha bullion emas tidak hanya berhenti sebagai aset yang disimpan. Melalui ekosistem keuangan yang baik emas telah dapat terhubung dengan instrumen investasi dan pasar yang lebih luas," ujar Juda.

Juda mengungkapkan bahwa minat terhadap ETF berbasis emas di pasar global terus melonjak. Sepanjang tahun 2025, aset kelolaan ETF emas dunia mencapai 559 miliar dolar AS dengan kepemilikan emas sebesar 4.025 ton.

"Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global," tuturnya.

Di tengah dorongan inovasi, Juda mengingatkan bahwa ETF emas tetap harus dilandasi oleh integritas dan tata kelola yang kuat. Menurutnya, kepercayaan investor adalah faktor paling fundamental dalam pasar keuangan.

"ETF emas adalah produk keuangan. Namun di balik produk tersebut terdapat underlying berupa emas. Emas real, karena itu investor harus percaya bahwa emasnya ada. Investor harus percaya pada penyimpanannya. Investor harus percaya pada valuasinya. Dan investor harus percaya bahwa transaksi serta tata kelolanya dilakukan secara akuntabel dan juga transparan," kata Juda.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement