Dalam jangka menengah, Fitch memperkirakan net leverage XLSMART dapat turun ke bawah 2,0 kali. Perseroan dinilai tidak akan mempertahankan belanja modal pada level tinggi setelah sebagian besar investasi terkait jaringan rampung.
Pertumbuhan pendapatan serta pemulihan margin yang berasal dari sinergi merger juga diperkirakan mendukung proses deleveraging perseroan.
Sementara itu, penguatan pangsa pasar dan skala bisnis XLSMART dinilai dapat mendorong pembentukan arus kas bebas dalam jangka panjang. Namun, perseroan berpotensi mengalami penurunan jumlah pelanggan pada tahap awal akibat konsolidasi pelanggan dan churn setelah merger.
Pada akhir 2025, XLSMART memiliki pangsa pasar pelanggan seluler terbesar ketiga di Indonesia, yakni sekitar 23 persen. Fitch memperkirakan perseroan dapat mempertahankan pangsa pasar tersebut seiring berlanjutnya konsolidasi industri telekomunikasi.
Merger dengan Smartfren juga mempersempit kesenjangan pangsa pasar XLSMART dengan pesaing terdekatnya, PT Indosat Tbk, yang memiliki pangsa pasar sekitar 29 persen pada akhir 2025.
(DESI ANGRIANI)