Sebagai langkah mitigasi, perseroan telah menerapkan strategi penguncian harga atau price lock serta kontrak tahunan untuk sejumlah bahan baku yang dinilai rentan mengalami kenaikan harga tahun ini.
"Karena itu pada 2026 Perseroan tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga produk Fore Coffee," tutur dia.
Sementara itu, FORE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp250 miliar pada 2026.
Direktur FORE, Tjong Pie Chen mengatakan, sebagian besar dana capex akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan gerai Fore Coffee dan Fore Donut.
Rinciannya, sekitar Rp200 miliar disiapkan untuk ekspansi Fore Coffee, sedangkan Rp50 miliar akan digunakan untuk pengembangan Fore Donut serta pembangunan central kitchen.