Selanjutnya, ada 28 saham Indonesia yang turut dikeluarkan dari daftar Micro Cap yakni sebagai berikut:
1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
2. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
3. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
4. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
5. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC)
6. PT Cardig Aero Services Tbk (CASS)
7. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)
8. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
9. PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS)
10. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)
11. PT Intiland Development Tbk (DILD)
12. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE)
13. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON)
14. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED)
15. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN)
16. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
17. PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA)
18. PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI)
19. PT Medela Potentia Tbk (MDLA)
20. PT Multipolar Tbk (MLPL)
21. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID)
22. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS)
23. PT Paninvest Tbk (PNIN)
24. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
25. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)
26. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)
27. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)
28. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
Sehingga, jika ditambahkan dengan SILO, maka total saham Indonesia yang didepak dari indeks FTSE Russell menjadi 29 saham.
FTSE Russell menyatakan, perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 18 September 2026, atau mulai Senin, 21 September 2026. Meski demikian, masih terbuka terhadap revisi hingga perdagangan Jumat 4 September.
"Perubahan hasil tinjauan indeks yang tercantum dalam berkas-berkas terlampir dapat mengalami revisi hingga akhir jam kerja pada hari Jumat, 4 September 2026. Mulai hari Senin, 7 September 2026, perubahan hasil tinjauan indeks tersebut akan dianggap final," tulis pengumuman.
(Dhera Arizona)