Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, yang memicu harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengurangi hambatan pasokan.
Namun, para analis memperingatkan bahwa gangguan struktural pada rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.
Dari sentimen domestik, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen.
Meski direvisi turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp17.090-Rp17.140 per USD pada perdagangan selanjutnya.
(DESI ANGRIANI)