Dari sisi kawasan, langkah AS di Venezuela dinilai sebagai upaya menekan pengaruh China di Belahan Barat.
Sepanjang 2000-2023, Venezuela tercatat menerima sekitar USD106 miliar pinjaman dan dukungan keuangan dari China, terutama di sektor minyak dan strategis.
Ketergantungan ini memicu kekhawatiran Washington terhadap ancaman kepentingan dan keamanan regional AS.
Sementara itu, risiko konflik AS-Iran dinilai jauh lebih sensitif bagi pasar global. Iran berada di dekat Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.
Bahkan ancaman konflik saja telah membuat perusahaan pelayaran menghindari kawasan tersebut, mendorong kenaikan biaya angkut dan premi asuransi perang, sekaligus menopang harga minyak.