IDXChannel - Iran membantah badan intelijennya menghubungi Amerika Serikat (AS) untuk menegosiasikan penghentian perang.
Menurut laporan dari The New York Times, agen Iran menghubungi Badan Intelijen Pusat (CIA) pada Minggu untuk membahas persyaratan penghentian konflik.
"Itu adalah murni kebohongan dan perang psikologis," kata seorang pejabat pemerintah Iran yang menolak disebut namanya kepada kantor berita semi-resmi Tasnim.
Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (5/3/2026), harga minyak sempat naik setelah bantahan Iran tersebut, meskipun dengan cepat berbalik arah karena para pedagang fokus pada rencana AS untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz.
Lalu lintas melalui jalur tersebut telah merosot sejak perang meletus pada Sabtu, yang dimulai dengan serangan Israel dan AS terhadap Iran.