Sementara itu, Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan menyampaikan bahwa Bandara Pondok Cabe memiliki arti penting dalam perjalanan panjang Pelita Air yang telah tumbuh dan berkembang selama lebih dari lima dekade. Berangkat dari sejarah dan fondasi tersebut, kerja sama strategis dengan GMF diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi dan daya saing industri penerbangan nasional.
“Bandara Pondok Cabe memiliki arti yang sangat penting dalam perjalanan panjang Pelita Air. Dari tempat inilah Pelita Air bertumbuh, berkembang, dan membangun fondasi operasional selama lebih dari lima dekade. Karena itu, kerja sama strategis dengan GMF menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat daya saing industri penerbangan nasional melalui kolaborasi yang saling menguatkan, keterbukaan dalam berbagi kapabilitas, serta optimalisasi potensi yang dijalankan secara sinergis guna mendukung kemandirian dan penguatan industri aviasi Indonesia,” tuturnya.
Fasilitas perawatan GMF di Pondok Cabe akan difokuskan pada perawatan pesawat turbo propeller, termasuk ATR 72-212A dan ATR 42 series, dengan kapabilitas perawatan up to and including C Check serta perawatan berkala tahunan.
Untuk mendukung operasional tersebut, GMF telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun 2026 yang mencakup kesiapan personel, peralatan, fasilitas kerja, hingga pemenuhan dokumen teknis guna memastikan kelancaran pelaksanaan proyek perawatan perdana yang dijadwalkan dimulai pada Juni 2026.
GMF juga memastikan implementasi quality dan standar perawatan di Pondok Cabe berjalan konsisten dengan fasilitas GMF di Cengkareng melalui penguatan sistem quality assurance, audit internal, serta pemenuhan standar regulasi penerbangan dan pengawasan dari otoritas terkait.