"Kenaikan suku bunga [Bank Indonesia/BI] telah membantu menstabilkan rupiah, tetapi pelemahan permintaan domestik, perlambatan pertumbuhan kredit, dan penjualan ritel yang lebih lemah dapat menjadi risiko penurunan," tulis Goldman Sachs, dikutip Dow Jones Newswires, Kamis (25/6/2026).
Goldman Sachs mempertahankan rekomendasi underweight terhadap saham Indonesia, mencerminkan pandangan bahwa kinerja pasar saham domestik masih menghadapi sejumlah tantangan dalam jangka pendek.
Sebelumnya, Stockbit Sekuritas menyebut MSCI masih mengakui arah reformasi yang positif, namun tetap mempertahankan “overhang” risiko penurunan status.
Stockbit Sekuritas juga menyoroti bahwa MSCI membutuhkan waktu observasi yang lebih panjang untuk menilai efektivitas reformasi, dengan merujuk pada sejumlah preseden seperti Mesir dan Kenya, di mana masa pembekuan kebijakan serupa berlangsung antara sekitar 12 hingga 21 bulan sebelum dicabut.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai MSCI masih menyoroti isu struktural seperti transparansi kepemilikan, validitas free float, hingga dugaan coordinated trading.