sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

GOTO Bidik EBITDA Rp3,4 Triliun pada 2026, Meningkat 69 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
12/03/2026 06:00 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025. (Foto: Ist)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025. Angka ini lebih tinggi dari pedoman yang ditetapkan antara Rp1,8-Rp1,9 triliun.

GOTO menggunakan pengukuran keuangan non-PSAK berupa EBITDA yang Disesuaikan dengan cara mengambil rugi sebelum pajak dan menghilangkan berbagai biaya atau keuntungan yang dianggap bukan dari operasi utama atau rutin seperti penyusutan aset hingga kompensasi saham.

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo mengatakan, perseroan mencatat kinerja yang kuat pada kuartal IV dan sepanjang 2025 dengan posisi EBITDA di atas pedoman yang ditetapkan. Adapun target EBITDA pada tahun ini diharapkan meningkat 59-69 persen.

"Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan EBITDA yang Disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2-Rp3,4 triliun," katanya lewat keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Sepanjang 2025, GOTO mencatat GTV Inti sebesar Rp399,8 triliun, tumbuh 44 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp277 triliun. Pendapatan bersih tercatat Rp18,3 triliun, tumbuh 15 persen dengan rugi periode berjalan Rp1,5 triliun, berkurang 73 persen.

Kenaikan kinerja tersebut juga sejalan dengan jumlah pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup meningkat 24 persen menjadi 66 juta pengguna.

Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho menambahkan, kinerja perseroan mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line). 

"Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp966 miliar untuk tahun penuh. Hal ini menunjukkan perbaikan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.

"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," kata Simon.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement