IDXChannel - Harga aluminium melonjak pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong kekhawatiran defisit pasokan global di tengah konflik Timur Tengah.
Sentimen lainnya terkait dengan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memperbaiki prospek permintaan.
Kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,27 persen ke level USD3.667,5 per ton pada pukul 14.05 WIB, menjadi yang tertinggi sejak 24 Maret 2022.
Sementara itu, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange menguat 2,89 persen ke posisi 25.635 yuan per ton, level tertinggi sejak 9 Maret.
Optimisme meredanya konflik di Timur Tengah mulai menguat, terutama setelah adanya mediator Pakistan di Teheran serta sinyal positif dari pemerintahan Donald Trump terkait peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dan logam dunia.