Arif mengungkapkan, strategi utama ASPR pada 2026 yakni meningkatkan kapasitas produksi, khususnya pada segmen kemasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Apalagi sektor ini telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang sangat stabil.
"Tahun ini kita berfokus kepada menaikkan kapasitas produksi kami khususnya di kemasan AMDK. Karena AMDK sekarang itu sudah menjadi kebutuhan pokok di masyarakat karena jarang sekali ditemukan masyarakat yang merebus air, semuanya menggunakan air minum dalam kemasan. Jadi di situ kita fokuskan untuk memperbesar kapasitas produksi," tutur Arif.
Sebagai informasi, ASPR mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 66,5 persen yoy menjadi Rp9 miliar (atau Rp8,7 miliar berdasarkan sumber lain) pada tahun buku 2025.
Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan laba kotor sebesar 24,2 persen menjadi Rp61 miliar di tengah kenaikan harga bahan baku plastik.
(DESI ANGRIANI)