Sebelumnya, dari dalam negeri, pemerintahan Prabowo Subianto memberi sinyal akan menerapkan aturan guna memastikan sektor industri yang terus berkembang dapat mengakses batu bara dengan harga lebih murah sebelum sebagian volume diekspor.
Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia untuk pembangkit listrik, dengan kontribusi sekitar 50 persen dari pasokan global.
Mengutip Trading Economics, Selasa (17/3/2026), gangguan berkepanjangan terhadap aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz berpotensi mendorong pembangkit listrik di negara-negara besar untuk semakin mengandalkan batu bara sebagai sumber energi.
Batu bara masih menjadi bahan bakar fosil dengan intensitas karbon tertinggi.
Namun, meskipun berbagai upaya dari aktivis lingkungan, lembaga keuangan, dan pemerintah untuk menekan penggunaannya, permintaan tetap terjaga.
Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan batu bara termal global meningkat dalam dua tahun terakhir, terutama didorong oleh India dan kawasan Asia Tenggara. (Aldo Fernando)