Pasar gas alam terpukul keras oleh konflik Iran. Qatar, yang memasok sekitar 20 persen kebutuhan LNG global, terpaksa menghentikan produksi setelah fasilitasnya diserang.
Selain itu, kapal-kapal pengangkut LNG saat ini terhambat melintasi Selat Hormuz, jalur perairan dari Teluk Persia yang menjadi akses utama eksportir Timur Tengah menuju Asia.
Asia dan Eropa sama-sama sangat bergantung pada pasokan LNG dari Timur Tengah, namun Asia dinilai lebih bergantung.
Pakistan, misalnya, memperoleh hampir 100 persen pasokan LNG-nya dari Qatar, menurut Rystad Energy. Bangladesh dan India juga mendapatkan sebagian besar LNG mereka dari kawasan tersebut.
“Negara-negara itu kemungkinan beralih ke batu bara untuk pembangkit listrik ketika perang mendorong biaya energi melonjak,” ujar analis batu bara di OPIS, unit Dow Jones, James Stevenson.