Ia menambahkan bahwa produksi meningkat tajam pada September.
Berdasarkan data surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada September turun antara 17,1 persen hingga 28,8 persen dibandingkan Agustus.
Pergerakan harga minyak nabati lainnya juga relatif terbatas.
Harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade naik tipis 0,01 persen, sementara Bursa Komoditas Dalian ditutup karena libur nasional.
Harga CPO turut mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena keduanya bersaing untuk memperoleh pangsa pasar minyak nabati global.
Analis industri Thomas Mielke mengatakan harga minyak nabati global berpotensi meningkat dalam beberapa bulan mendatang hingga 2027 akibat pasokan yang semakin ketat.
Kondisi tersebut dipengaruhi gangguan pengiriman minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam yang berbarengan dengan penurunan ekspor minyak kedelai dari Amerika Selatan.