AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Harga CPO Malaysia Melemah 0,90 Persen di Perdagangan Hari Ini

MARKET NEWS
Athika Rahma
Kamis, 12 Mei 2022 12:22 WIB
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menurun tipis pada perdagangan Kamis (12/5) siang.
Harga CPO Malaysia Melemah 0,90 Persen di Perdagangan Hari Ini
Harga CPO Malaysia Melemah 0,90 Persen di Perdagangan Hari Ini

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menurun tipis pada perdagangan Kamis (12/5) siang.

Kontrak CPO untuk bulan Juli 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange hingga pukul 12.00 WIB tercatat turun 0,90% dari perdagangan sebelumnya menjadi MYR 6.418 per ton.

Meski turun tipis, secara kumulatif, harga CPO untuk kontrak yang sama mengalami kenaikan 4,63% secara bulanan dan 51,32% secara tahunan.

Harga komoditas ini diproyeksi terus menguat karena Indonesia sebagai salah satu produsen CPO terbesar dunia masih memberlakukan pelarangan ekspor. Sampai saat ini, larangan tersebut masih diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Di sisi lain, Malaysia berencana memangkas tarif pajak ekspor CPO untuk membantu kekurangan suplai minyak dan menumbuhkan pangsa pasar.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Zuraida Kamaruddin mengatakan, pihaknya akan memotong tarif pajak menjadi 4% hingga 6% dari tarif awal 8%. Malaysia sendiri memang sedang meningkatkan pangsa pasar CPO, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pengiriman minyak bunga matahari serta larangan ekspor minyak sawit dari Indonesia.

"Dalam krisis ini mungkin kita bisa bersantai sedikit dan lebih banyak minyak sawit bisa diekspor," ungkapnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD