Di China, data PMI Oktober menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik, didorong oleh langkah-langkah dukungan dari Beijing baru-baru ini serta harapan stimulus fiskal yang lebih besar.
Namun, kenaikan ini terbatas akibat penguatan ringgit dan berakhirnya pembelian dalam rangka perayaan di pasar utama India.
Senior Analyst Fastmarket Palm Oil Analytics Sathia Varqa menyatakan, lonjakan harga ini didorong oleh performa positif minyak nabati terkait di bursa Dalian serta hasil ekspor Oktober yang menjanjikan.
“Data indikatif menunjukkan ekspor Oktober naik 13 persen. Ringgit yang lebih lemah juga menjadi faktor pendukung,” kata Sathia kepada Bernama.
Di sisi lain, Indonesia menaikkan harga referensi minyak sawit mentah untuk November menjadi USD961,97 per ton dari USD893,64 pada Oktober, sehingga mendorong pajak ekspor November menjadi USD124.