“Produksi di Semenanjung Malaysia juga mengalami pemulihan yang lebih baik dari perkiraan, meskipun Malaysia Timur masih mencatatkan produksi yang lebih rendah. Kondisi cuaca tetap mendukung dan diperkirakan bertahan demikian, kemungkinan hingga kuartal III tahun ini,” ujar Supramaniam.
Menurut Supramaniam, harga minyak sawit diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas, setidaknya hingga laporan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dirilis pada 10 Juli.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,62 persen, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 1,01 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,27 persen.
Minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaingnya karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar dalam industri minyak nabati global.
Harga minyak mentah naik setelah serangkaian aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menyoroti rapuhnya kesepakatan damai sementara kedua negara serta kembali memperlambat aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz.