Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah 0,07 persen.
Harga minyak mentah juga melanjutkan pelemahan setelah anjlok dalam dua sesi sebelumnya.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan upaya mengakhiri perang Iran serta pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade.
Di sisi mata uang, ringgit Malaysia melemah 0,1 persen terhadap dolar AS. Pelemahan mata uang tersebut membuat harga CPO menjadi sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Sementara itu, data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa pada musim 2026-2027 yang dimulai sejak 1 Juli mencapai 0,66 juta metrik ton hingga 2 Agustus, turun 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Impor minyak sawit juga turun 31 persen menjadi 0,19 juta ton. (Aldo Fernando)