Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia bertemu dengan kelompok petani sawit pada Jumat untuk membahas kekhawatiran atas penurunan tajam harga tandan buah segar (TBS).
Para petani menilai pelemahan harga dipicu ketidakpastian terkait rencana pemerintah menyalurkan seluruh ekspor minyak sawit melalui lembaga negara.
Sementara itu, data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025-2026 yang dimulai pada Juli mencapai 11,95 juta ton hingga 24 Mei, turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor minyak sawit Uni Eropa juga turun 4 persen menjadi 2,55 juta ton.
Meski menguat dalam sepekan, kontrak CPO masih berada di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut akibat lemahnya kinerja ekspor.
Menurut Trading Economics, lembaga survei kargo mencatat ekspor minyak sawit selama periode 1-25 Mei turun antara 14,5 persen hingga 18 persen dibandingkan April.