Momentum ekspor turut memperkuat kenaikan, dengan laporan surveyor kargo menunjukkan pengapalan periode 1–25 Januari naik sekitar 7,97 persen hingga 9,97 persen dibandingkan Desember.
Permintaan musiman menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan turut mengangkat sentimen, sementara ekspektasi penurunan tajam produksi Januari akibat faktor cuaca dan pola panen mempertebal prospek bullish.
Namun, penguatan tertahan oleh sikap hati-hati menjelang rilis PMI China Januari, mengingat perannya sebagai pembeli utama.
Di India, konsumen minyak sawit terbesar dunia, pembeli membatalkan pengiriman minyak kedelai dari Amerika Selatan karena pelemahan rupee dan kenaikan harga global meningkatkan biaya impor.
Kondisi ini memperlebar selisih harga dan membuat minyak sawit menjadi lebih menarik. (Aldo Fernando)