sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Naik 4 Hari Beruntun, Bertahan di Level Tertinggi 3 Bulan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
29/01/2026 14:45 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis (29/1/2026), bertahan di level tertinggi dalam tiga bulan.
Harga CPO Naik 4 Hari Beruntun, Bertahan di Level Tertinggi 3 Bulan. (Foto: Freepik)
Harga CPO Naik 4 Hari Beruntun, Bertahan di Level Tertinggi 3 Bulan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis (29/1/2026), bertahan di level tertinggi dalam tiga bulan.

Menurut data pasar, pukul 14.30 WIB, harga CPO melesat 1,05 persen ke 4.317 ringgit Malaysia per ton.

Harga ditopang penguatan pasar minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago, pelemahan ringgit, serta harga minyak mentah yang lebih kokoh sehingga mendorong selera risiko secara keseluruhan.

“Pasar sawit hari ini didukung harga komoditas yang solid, yakni minyak mentah dan minyak kedelai di Dalian. Kontrak acuan sempat menguji level tertinggi pagi di 4.315 ringgit, level tertinggi sejak 28 Oktober 2025,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, harga tetap terjaga seiring antisipasi pasar menjelang Price Outlook Conference yang akan digelar di Kuala Lumpur pada 9-11 Februari mendatang.

Momentum ekspor turut memperkuat kenaikan, dengan laporan surveyor kargo menunjukkan pengapalan periode 1–25 Januari naik sekitar 7,97 persen hingga 9,97 persen dibandingkan Desember.

Permintaan musiman menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan turut mengangkat sentimen, sementara ekspektasi penurunan tajam produksi Januari akibat faktor cuaca dan pola panen mempertebal prospek bullish.

Namun, penguatan tertahan oleh sikap hati-hati menjelang rilis PMI China Januari, mengingat perannya sebagai pembeli utama.

Di India, konsumen minyak sawit terbesar dunia, pembeli membatalkan pengiriman minyak kedelai dari Amerika Selatan karena pelemahan rupee dan kenaikan harga global meningkatkan biaya impor.

Kondisi ini memperlebar selisih harga dan membuat minyak sawit menjadi lebih menarik. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement