Sementara itu, surveyor kargo Intertek Testing Services mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1–25 Januari meningkat 9,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia memperkirakan kenaikan sebesar 7,97 persen.
Meski demikian, penguatan ringgit, yang cenderung menekan daya saing ekspor, serta sikap hati-hati menjelang rilis data PMI China Januari, mengingat perannya sebagai pembeli utama, membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.
Investor juga mencermati keputusan suku bunga pertama Federal Reserve (The Fed) tahun ini. (Aldo Fernando)