Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,41 persen, sementara kontrak minyak sawit bertambah 0,38 persen.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,22 persen.
Harga minyak sawit turut mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah juga menguat akibat kekhawatiran berlanjut mengenai pasokan dari kawasan produsen utama di Timur Tengah, di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Pada saat yang sama, produksi minyak Amerika Serikat menurun karena ancaman badai terhadap aktivitas produksi lepas pantai.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)