AALI
9900
ABBA
292
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1285
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
835
ADMF
7650
ADMG
184
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1405
AGRO
1265
AGRO-R
0
AGRS
160
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1125
AKRA
800
AKSI
705
ALDO
1320
ALKA
318
ALMI
0
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.07
-0.91%
-4.65
IHSG
6679.59
-0.7%
-46.78
LQ45
951.45
-0.87%
-8.31
HSI
24697.39
-1.07%
-268.16
N225
27324.43
-0.72%
-197.83
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
845,552 / gram

Harga Dunia Sempat Terjun Bebas, Pendapatan Emiten Batu Bara Melejit

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Minggu, 07 November 2021 14:48 WIB
Harga batu bara dunia sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu, hal itu belum membuat emiten batu bara mencatatkan kenaikan pendapatan.
Harga Dunia Sempat Terjun Bebas, Pendapatan Emiten Batu Bara Melejit. (Foto: MNC Media)
Harga Dunia Sempat Terjun Bebas, Pendapatan Emiten Batu Bara Melejit. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga batu bara dunia sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu. Ditambah lagi, pemerintah berkomitmen untuk mempensiunkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara.

Namun hal itu belum membuat emiten batu bara mencatatkan kenaikan pendapatan. Sejumlah perseroan yang bergerak di bidang pertambangantelah menyampaikan laporan keuangan hingga kuartal III-2021 dan mencatatkan kenaikan pendapatan.

PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi dari emiten lain. HRUM mencatatkan pendapatan USD205,55 juta atau sekitar Rp2,94 triliun, naik 51 persen yoy.

Disusul PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan selisih kenaikan tipis, yaitu 50,84 persen yoy atau Rp19,4 triliun. Di posisi selanjutnya, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) yang mengukuhkan kenaikan pendapatan 40,3 persen yoy, yakni USD80,14 juta atau sekitar Rp1,15 triliun.

Selanjutnya, ada PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mencatatkan pendapatan Rp57,8 triliun, naik 24,44 persen yoy. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) USD198,2 juta atau sekitar Rp2,83 triliun, naik 24,14 persen yoy.

Kemudian PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang mencatatkan pendapatan Rp 1,62 triliun, naik 31,7 persen yoy. Serta pertumbuhan pendapatan paling kecil dicatatkan oleh PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) yakni sebesar Rp 714,6 miliar, naik 0,9 persen yoy.

Sementara yang lain catatkan kenaikan, pendapatan PT Samindo Resources Tbk (MYOH) malah turun 9,14 persen yoy menjadi USD 120,16 juta atau sekitar Rp 1,72 triliun hingga September 2021.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, sejumlah emiten batu bara juga mencatatkan kenaikan laba. Bahkan ada yang berhasil membalikkan posisi dari rugi selama periode sembilan bulan tahun lalu, menjadi untung. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD