IDXChannel - Harga emas dan perak menembus rekor tertinggi pada Senin (19/1/2026), didorong arus pelarian ke aset aman setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan rencana tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa terkait sengketa Greenland.
Emas spot (XAU/USD) melonjak 1,61 persen ke level USD4.670,29 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di USD4.689,39.
Trump pada Sabtu mengancam beberapa sekutu Eropa dengan tarif yang kian meningkat, kecuali Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland. Pernyataan ini memperuncing perselisihan dengan Denmark atas pulau besar di kawasan Arktik tersebut.
“Ketika risiko kebijakan dan institusional kembali mencuat, pasar cenderung bereaksi cepat dengan mengalihkan aset ke instrumen lindung nilai. Emas kembali muncul sebagai pilihan utama,” kata Analis Pasar Senior XS.com, Linh Tran, dikutip dari Reuters.
Dolar AS melemah seiring ancaman tarif terbaru Trump yang meningkatkan minat investor terhadap aset aman, termasuk emas, yen Jepang, dan franc Swiss, di tengah meningkatnya sikap menghindari risiko di pasar global.
Emas biasanya berkinerja baik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.
Logam mulia ini mencatat kenaikan lebih dari 64 persen sepanjang 2025 dan sudah menguat lebih dari 8 persen sejak awal tahun ini.
Dari sisi kebijakan moneter, Wakil Ketua The Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, mengatakan pada Jumat bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang rapuh dan berpotensi melemah dengan cepat membuat bank sentral AS perlu siap memangkas suku bunga kembali jika diperlukan.
Pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, namun sudah memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini.
Sementara itu, harga perak spot melonjak 5 persen ke USD94,41 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD94,61. Sejak awal tahun, harga perak telah melesat lebih dari 32 persen.
Analis Citi Research menyatakan tetap bersikap bullish secara taktis terhadap logam mulia.
Mereka mematok target harga USD5.000 per troy ons untuk emas dan USD100 per troy ons untuk perak dalam tiga bulan ke depan, dengan alasan ketegangan geopolitik diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.
Di pasar logam lainnya, platinum spot naik 1,5 persen ke USD2.362,65 per troy ons, sementara palladium menguat 1,1 persen ke USD1.819,99. (Aldo Fernando)