IDXChannel - Presiden Prancis Emmanuel Marcon mendorong Uni Eropa (UE) menggunakan Instrumen Anti-Koersi untuk membalas ancaman tarif terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dijuluki bazoka dagang, Instrumen Anti-Koersi mencakup antara lain tarif, pemblokiran akses ke pasar UE, serta larangan berinvestasi di kawasan tersebut.
Disetujui pada 2023, kebijakan ini bertujuan untuk melindungi UE dari koersi ekonomi negara lain.
“Ia akan berkomunikasi sepanjang hari dengan rekan-rekan Eropanya dan akan meminta, atas nama Prancis, pengaktifan Instrumen Anti-Koersi,” kata Kantor Kepresidenan Prancis, dilansir dari Politico pada Senin (19/1/2025).
Instrumen Anti-Koersi awalnya disiapkan untuk menghadapi koersi ekonomi dari negara yang kerap berseberangan dengan UE seperti Rusia dan China. Namun, kebijakan tersebut kini kemungkinan digunakan untuk salah satu sekutu terdekatnya.