Menurut dia, pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan yield obligasi mendorong harga emas kembali berada di bawah level rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) yang selama ini menjadi area teknikal penting.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan sentimen pelaku pasar profesional berubah drastis menjadi lebih pesimistis. Dari 15 analis yang berpartisipasi, sebanyak 11 orang atau 74 persen memperkirakan harga emas masih melemah pada pekan ini.
Hanya dua analis atau 13 persen yang memperkirakan harga naik, sementara dua lainnya memproyeksikan pergerakan konsolidatif.
Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day memperkirakan emas masih bergerak dalam rentang terbatas hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda.
Di sisi lain, Presiden dan COO Asset Strategies International Rich Checkan tetap optimistis dan menilai aksi jual emas belakangan ini sudah berlebihan.