Sementara itu, Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady menilai volume perdagangan menjadi indikator penting untuk membaca arah harga selanjutnya, bukan sekadar pergerakan harga harian.
Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak 31 persen memperkirakan harga emas naik, sementara 31 persen lainnya memproyeksikan penurunan. Sisanya, sekitar 38 persen, melihat emas akan bergerak dalam fase konsolidasi.
Pandangan investor ritel juga menunjukkan pola serupa. Dari total responden, 38 persen memperkirakan kenaikan harga emas, sedangkan masing-masing 31 persen memprediksi penurunan dan pergerakan sideways.
Untuk pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral global serta data ekonomi utama.
Bank of Japan (BOJ) akan membuka pekan dengan pengumuman kebijakan moneternya, diikuti data kepercayaan konsumen AS.