Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena harganya relatif lebih murah dalam mata uang lain.
Sepanjang tahun ini, pergerakan emas sempat tertekan setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari.
Lonjakan harga energi saat itu memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pasar menahan ekspektasi penurunan suku bunga, yang cenderung menekan daya tarik emas.
Dari sisi permintaan fisik, pasar juga menghadapi hambatan.
Sejumlah bank di India dilaporkan menghentikan sementara pesanan emas dan perak dari pemasok luar negeri karena belum adanya persetujuan resmi dari pemerintah, menyebabkan pasokan logam tertahan di bea cukai.
Sementara itu, harga perak ikut menguat signifikan.
Perak spot naik 3,32 persen ke USD 80,82 per ons pada Jumat dan mencatat kenaikan lebih dari 6,30 persen sepanjang pekan.