sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Menguat usai Gencatan Senjata AS-Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/04/2026 07:05 WIB
Harga emas dunia sempat mendekati level tertinggi hampir tiga pekan pada Rabu (8/4/2026), seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Emas Dunia Menguat usai Gencatan Senjata AS-Iran. (Foto: Freepik)
Harga Emas Dunia Menguat usai Gencatan Senjata AS-Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga emas dunia sempat mendekati level tertinggi hampir tiga pekan pada Rabu (8/4/2026), seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata dua pekan.

Emas spot naik 0,30 persen menjadi USD4.718,96 per troy ons. Sebelumnya dalam sesi perdagangan, logam mulia ini sempat melonjak lebih dari 3 persen ke level tertinggi sejak 19 Maret.

“Gencatan senjata menenangkan pasar dan meredakan tekanan. Ini bisa membantu menurunkan sebagian tekanan inflasi dan membuka peluang pemangkasan suku bunga The Fed, yang menjadi sentimen bullish bagi emas,” ujar analis Marex Edward Meir, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, “Namun situasinya masih sangat rapuh. Banyak elemen yang masih perlu dinegosiasikan. Kondisi ini bisa dengan mudah berubah, dan pemulihan di berbagai pasar bisa saja hanya bersifat jangka pendek. Kita masih belum sepenuhnya keluar dari risiko.”

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan. Namun, di saat Israel dan AS menghentikan serangan terhadap Iran, Israel justru meningkatkan perang paralelnya di Lebanon.

Harga minyak turun di bawah USD100 per barel setelah kabar gencatan senjata tersebut.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Emas spot telah turun 10 persen sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor mengurangi harapan pemangkasan suku bunga.

Suku bunga yang tinggi cenderung menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Menurut risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada 17-18 Maret, semakin banyak pembuat kebijakan bulan lalu menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menahan inflasi yang masih melampaui target 2 persen bank sentral, terutama akibat dampak perang Iran.

Indikator inflasi AS, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dan Indeks Harga Konsumen (CPI), akan dirilis akhir pekan ini.

Perak spot melonjak 3,3 persen menjadi USD75,35 per ons, platinum naik 5,3 persen menjadi USD2.060,45, dan paladium bertambah 7,6 persen menjadi USD1.581,33. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement