Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mencoba menenangkan pasar justru direspons hati-hati oleh investor, karena harga minyak kembali menembus USD100 per barel menjelang libur panjang Paskah, mengindikasikan potensi konflik yang lebih panjang.
Kepala Analis Pasar di FxPro, Alex Kuptsikevich, mengatakan pernyataan keras terhadap Iran berlawanan dengan klaim sebelumnya bahwa konflik dapat berakhir dalam 2-3 pekan melalui negosiasi. Kondisi ini membuat pasar mulai memperhitungkan skenario perang yang lebih berkepanjangan.
Sementara itu, analis pasar di Solomon Global, Nick Cawley, menilai harga emas masih berada dalam fase pemulihan solid setelah sempat turun di bawah USD4.100 per troy ons pada aksi jual tajam bulan lalu.
Menurut dia, arah pergerakan emas dalam waktu dekat sangat ditentukan oleh perkembangan konflik Iran.
Analis menambahkan, risiko gangguan rantai pasok global dan penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang menopang volatilitas pasar emas. (Aldo Fernando)