Goldman Sachs juga mencatat bahwa berkurangnya keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga AS setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada Juli, ditambah data ekonomi yang lebih lemah, telah menghidupkan kembali minat spekulatif terhadap emas di COMEX.
Kondisi tersebut juga mendorong permintaan terhadap ETF emas yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Meningkatnya permintaan call option emas yang tetap tinggi turut berpotensi memperbesar reli harga emas saat ini.
Dari sisi permintaan fisik, kenaikan harga emas terbaru mulai menekan minat pembelian ritel di India. Sementara itu, permintaan dari China sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia masih relatif stabil.
Di sisi lain, bank sentral Polandia memperlambat pembelian emas menjadi 7,8 ton pada Juli 2026, berdasarkan data yang dirilis Jumat. (Aldo Fernando)