"Ketidakpastian terkait prospek ekonomi semakin meningkat," demikian kata FOMC dalam pernyataan resminya.
Powell menegaskan pandangan tersebut dengan mengatakan bahwa bank sentral tidak bisa bertindak secara pre-emptive ketika arah ekonomi masih belum jelas.
"Powell sangat berhati-hati, hanya mengulang pesan bahwa The Fed akan ‘tunggu dan lihat’, dan tidak bisa bertindak lebih dulu. Pasar merasa kecewa karena tidak ada kejutan, dan ini tak akan mengubah bias bullish kuat yang masih melekat di pasar emas," ujar trader logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters, Rabu (7/5).
Ia menambahkan, pelemahan akan tetap dicermati trader, karena emas adalah satu-satunya pasar di mana investor merasa sangat percaya diri.
Meski demikian, menurut catatan analis Mizuho Securities USA, Robert Yawger, dengan peringatan dari The Fed mengenai ketidakpastian ke depan, harga emas diperkirakan bisa kembali mencetak rekor tertinggi baru.