"Harga emas telah turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang merupakan sinyal teknikal penting," imbuh dia.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang naik ke level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa.
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong aksi jual obligasi secara global.
Meski emas secara tradisional dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi AS biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Penguatan dolar juga turut membebani emas karena membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar AS.