Harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu sebelum merosot lebih dari 3 persen pada Jumat.
Pelemahan terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, memperingatkan masih ada "pekerjaan yang harus dilakukan" apabila inflasi belum turun menuju target bank sentral sebesar 2 persen.
Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 66 persen untuk kenaikan suku bunga bulan ini.
Investor selanjutnya akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan dirilis pada Rabu serta data non-farm payrolls (NFP) pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan ekonomi.
"Jalur dengan resistance paling kecil saat ini kemungkinan adalah bergerak mendatar atau cenderung melemah dalam jangka pendek bagi pasar emas. Hal yang sama juga berlaku untuk perak," kata Wyckoff. (Aldo Fernando)