sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Jatuh Lebih dari 2 Persen, Tembus Level Terendah 2 Pekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
02/09/2026 06:46 WIB
Harga emas anjlok lebih dari 2 persen pada Selasa (1/9/2026) hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan.
Harga Emas Jatuh Lebih dari 2 Persen, Tembus Level Terendah 2 Pekan. (Foto: Magnific)
Harga Emas Jatuh Lebih dari 2 Persen, Tembus Level Terendah 2 Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas anjlok lebih dari 2 persen pada Selasa (1/9/2026) hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar menekan harga logam mulia.

Sementara, penembusan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) memicu aksi jual tambahan secara teknikal.

Harga emas spot turun 2,72 persen menjadi USD4.328,40 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 19 Agustus di USD4.362,89 per ons pada awal perdagangan.

Harga emas sebelumnya telah menembus ke bawah MA-200 yang saat ini berada di sekitar USD4.528 pada 28 Agustus.

"Kami melihat adanya tekanan jual secara teknikal. Imbal hasil obligasi secara global berada pada level tertinggi yang tidak terlihat selama bertahun-tahun. Semua itu menekan pasar emas," kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

"Harga emas telah turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang merupakan sinyal teknikal penting," imbuh dia.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang naik ke level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong aksi jual obligasi secara global.

Meski emas secara tradisional dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi AS biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Penguatan dolar juga turut membebani emas karena membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar AS.

Harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu sebelum merosot lebih dari 3 persen pada Jumat.

Pelemahan terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, memperingatkan masih ada "pekerjaan yang harus dilakukan" apabila inflasi belum turun menuju target bank sentral sebesar 2 persen.

Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 66 persen untuk kenaikan suku bunga bulan ini.

Investor selanjutnya akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan dirilis pada Rabu serta data non-farm payrolls (NFP) pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan ekonomi.

"Jalur dengan resistance paling kecil saat ini kemungkinan adalah bergerak mendatar atau cenderung melemah dalam jangka pendek bagi pasar emas. Hal yang sama juga berlaku untuk perak," kata Wyckoff. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement