IDXChannel - Harga emas dunia ditutup turun pada perdagangan Selasa (27/5/2025). Ini merupakan penurunan kedua dalam tiga sesi perdagangan terakhir, seiring dengan penguatan indeks dolar AS yang naik 0,4 persen.
Berdasarkan data pasar, emas spot (XAU/USD) melemah 1,25 persen ke level USD3.300,75 per troy ons.
Menurut analis Pepperstone, Quasar Elizundia, dikutip dari Dow Jones Newswires, meredanya ancaman tarif Presiden Trump terhadap Uni Eropa telah mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Namun dalam jangka panjang, kata Elizundia, harga emas diperkirakan tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian global yang terus berlanjut.
"Pembelian emas oleh bank sentral secara konsisten dan kuatnya impor dari China bisa memperkuat daya tarik jangka panjang emas," ujarnya.
Sebelumnya, harga emas sempat melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif baru sebesar 50 persen terhadap Uni Eropa pada Jumat pekan lalu.
Namun, kata analis Trade Nation, David Morrison, keuntungan itu segera menguap saat pemerintah AS menunda penerapan tarif tersebut selama lima minggu. Tekanan tambahan datang dari penguatan dolar AS pada Selasa ini.
Meski melemah di awal pekan, lanjut Morrison, pelemahan dolar AS secara keseluruhan dan ketidakpastian pasar tetap menjadikan emas sebagai pilihan investasi defensif bagi para pelaku pasar.
Sementara itu, Wakil Presiden Riset untuk komoditas non-agro dan mata uang di Angel One, Prathamesh Mallya, menilai ketegangan geopolitik global diperkirakan terus mendorong aksi beli aset safe haven dari investor di seluruh dunia.
Mallya memperkirakan reli harga emas bisa berlanjut menuju level USD3.500 per troy ons. (Aldo Fernando)