Menurutnya, perdagangan berlangsung hati-hati karena investor mencermati pembelian emas oleh China serta rilis data inflasi konsumen (consumer price index/CPI) dan inflasi produsen (producer price index/PPI) AS pada pekan ini.
Kondisi tersebut juga dipengaruhi kekhawatiran investor tertinggal dari potensi kenaikan harga emas kembali menembus USD4.500.
Bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada Juli. Berdasarkan data resmi yang dirilis pekan lalu, penambahan cadangan emas tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2023.
Investor kini menantikan data CPI AS yang akan dirilis pada Rabu (12/8) dan PPI pada Kamis (13/8). Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan CPI Juli meningkat 3,4 persen secara tahunan, melambat dari 3,5 persen pada Juni.
"Data CPI akan menjadi penting. Inflasi mulai sedikit mereda, sementara pasar memperkirakan data yang tidak menunjukkan tekanan inflasi terlalu tinggi. Kondisi ini akan membuat harga emas cenderung bergerak sideways hingga menguat dalam jangka pendek," kata analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff.