IDXChannel - Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki ruang untuk menguat di tengah perkembangan geopolitik global dan potensi pergeseran alokasi investasi ke aset safe haven.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi bahkan memperkirakan harga emas dunia dapat menembus level USD5.000 per troy ounce pada kuartal III-2026.
Ibrahim mengatakan bahwa perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait pengendalian Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas dunia.
"Kalau kita lihat kalau level USD5.000 per troy ounce tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp3 juta," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, potensi kenaikan tersebut juga didukung oleh kemungkinan penurunan harga minyak mentah. Kondisi ini dinilai dapat mendorong investor global mengalihkan dana dari instrumen berbasis dolar AS dan minyak mentah menuju emas sebagai aset safe haven.