IDXChannel – Harga emas turun tipis pada perdagangan Selasa (22/9/2026), tertekan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat hingga akhir tahun.
Di sisi lain, investor tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Harga emas spot turun 0,2 persen menjadi USD4.336,21 per troy ons.
“Kendalanya tetap sama. Meski harga minyak agak menurun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed dengan cukup kuat. Dalam beberapa hari terakhir, dolar AS juga sedikit menguat, dan biasanya kondisi ini menjadi tekanan bagi harga emas,” kata Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek, seperti dikutip Reuters.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 90 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.
Pasar semakin mencermati arah pengetatan kebijakan moneter setelah Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem dan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan untuk meredam inflasi yang dipicu kuatnya permintaan dan kenaikan harga energi.
Hal tersebut terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga pada pekan lalu. Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan masih terbukanya ruang untuk kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.