Kenaikan terbaru ini melanjutkan lonjakan 64 persen pada 2025, yang didorong oleh pembelian kuat dari bank sentral, arus masuk yang besar ke reksa dana berbasis emas, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.
Minggu lalu, J.P. Morgan dan Bank of America menegaskan kembali bahwa harga emas bisa menembus level kunci USD6.000. J.P. Morgan memperkirakan permintaan dari bank sentral dan investor cukup tinggi tahun ini untuk mendorong harga mencapai USD6.300 per ons pada akhir 2026.
Data Jumat lalu menunjukkan harga produsen AS naik lebih dari perkiraan pada Januari, menandakan inflasi bisa meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Investor juga akan mengamati serangkaian data pasar tenaga kerja AS pekan ini, termasuk laporan pekerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, dan laporan non-farm payroll.
Sementara, harga perak spot naik 1,68 persen menjadi USD95,35 per ons setelah mencatat kenaikan bulanan pada Februari.