sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Naik Tipis, Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed dari Jackson Hole

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
28/08/2026 06:38 WIB
Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (27/8/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) ketika pasar menanti pidato Ketua The Fed.
Harga Emas Naik Tipis, Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed dari Jackson Hole. (Foto: Magnific)
Harga Emas Naik Tipis, Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed dari Jackson Hole. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (27/8/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) ketika pasar menanti pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8).

Harga emas spot naik 0,16 persen menjadi USD4.602,14 per troy ons. Sehari sebelumnya, emas spot ditutup melemah 1,4 persen, mencatat penurunan harian terbesar dalam sepekan.

Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis, sehingga komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini.

Penguatan tersebut didorong kembali munculnya kekhawatiran terhadap potensi pelemahan nilai dolar setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang yang diterbitkan sebelumnya.

"Saya bullish terhadap harga emas, terutama karena permintaan saat ini sangat kuat. Permintaan datang dari ETF maupun bank sentral yang menjadikan emas sebagai aset alternatif terhadap dolar," kata Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Menurut Haberkorn, pasar masih cenderung berhati-hati hingga perdagangan berakhir karena pelaku pasar menanti pernyataan Warsh dalam pertemuan Jackson Hole.

Perhatian pasar kini tertuju pada pidato perdana Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming.

Investor berharap Ketua The Fed tersebut memberikan gambaran mengenai strategi mengembalikan inflasi ke target bank sentral serta pandangannya mengenai peran pasar obligasi dalam strategi tersebut.

Data yang dirilis pada Rabu (26/8) menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, yang menjadi salah satu indikator utama bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter, meningkat 3,7 persen dalam 12 bulan hingga Juli.

Angka tersebut tidak berubah dari Juni dan berada di atas perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,6 persen.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September telah turun menjadi 34 persen.

Namun, peluang kenaikan suku bunga hingga Desember masih mencapai 74 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan daya tarik emas karena aset tersebut tidak menghasilkan imbal hasil. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement