Pada perdagangan Jumat (19/6/2026) pekan lalu, harga emas spot turun 1,27 persen menjadi USD4.155,40 per ons. Emas sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni di USD4.119,78 per ons.
Dengan penurunan tersebut, emas mencatatkan pelemahan mingguan ketiga secara berturut-turut.
Harga emas juga masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) sejak 5 Juni, yang menunjukkan tekanan teknikal masih membayangi pasar.
“Emas menghadapi risiko penurunan lebih dalam ke wilayah pasar bearish dan menembus level USD4.000 per ons, karena logam mulia ini masih menghadapi lingkungan pasar yang penuh tantangan,” kata Analis Pasar Senior Tradu.com, perusahaan yang dimiliki Jefferies Financial Group, Nikos Tzabouras, dikutip Reuters.
Meski demikian, sentimen investor ritel di Main Street mulai membaik. Dalam jajak pendapat daring Kitco yang melibatkan 46 responden, sebanyak 25 investor atau 54 persen memperkirakan harga emas naik pekan ini. Sebanyak 16 investor atau 35 persen memperkirakan harga emas turun, sementara lima investor atau 11 persen melihat emas bergerak konsolidasi.