Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities Bart Melek mengatakan, meredanya harga minyak dari puncak di atas USD100 masih bersifat inflasioner dan tetap mendukung emas, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk secara serius membatasi ruang Federal Reserve (The Fed) dalam memangkas suku bunga.
“Dengan harga minyak yang mulai turun dari level tersebut, investor menjadi lebih nyaman bahwa perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang bisa kembali menguat,” ujarnya.
Meski sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga naik karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.
Investor juga menunggu data indeks harga konsumen (CPI) AS serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis akhir pekan ini.
The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan 17-18 Maret mendatang.
Sementara itu, harga emas di Dubai diperdagangkan dengan diskon terhadap harga London karena pembatasan penerbangan akibat konflik membuat lebih banyak emas bertahan di pasar lokal, sementara permintaan tetap lesu.