Menurut dia, notulen Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish serta kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi turut menekan harga emas.
Namun, emas memangkas sebagian penurunannya setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam wawancara dengan CNBC International pada Kamis bahwa pemerintah dapat meningkatkan pembelian kembali obligasi Treasury.
Nilai pembelian kembali tersebut bahkan bisa lebih dari USD4 miliar untuk setiap penerbitan.
"Emas mendapat dukungan dari prospek suku bunga riil jangka panjang yang lebih rendah," kata analis independen Tai Wong.
Emas memang kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Namun, kenaikan suku bunga dapat menekan permintaan emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.